Jumat, 09 Maret 2012

Fenomena Pendidikan: Usia Balita Pendidikan Remaja

Pendidikan merupakan salah satu alat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mengingat pentingnya pendidikan, maka muncullah psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang psikologi yang secara khusus membahas mengenai cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Namun saat ini banyak fenomena yang terjadi di dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Salah satunya adalah seorang balita yang mendapat pendidikan seperti anak remaja. Seiring dengan majunya perkembangan zaman, setiap individu dituntut untuk dapat menyesuaikan diri agar tidak kalah saing dengan individu lain atau terjadi kemunduran generasi. Berbagai cara diupayakan termasuk salah satunya adalah memberikan pendidikan pada usia dini. Di berbagai tempat terutama di kota-kota besar dimana para orang tua sibuk mencari nafkah sehingga tidak selalu dapat mengontrol perkembangan dan pendidikan anak mereka. Akhirnya mereka memasukkan anak-anaknya yang masih berusia dini ke berbagai lembaga pendidikan selain sekolah formal. Seperi halnya seorang anak berusia 3 tahun yang baru saja memasuki sekolah formal, juga menerima berbagai materi tambahan di lembaga pendidikan non-formal. Bahkan anak tersebut sudah memiliki jadwal yang lebih padat dibandingkan seorang mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan memberikan pendidikan tambahan kepada anak-anak. Namun, dalam pemberian pendidikan tambahan harus sesuai dengan perkembangan dan kesiapan mental anak. Dalam psikologi perkembangan dikatakan bahwa anak yang belum memasuki usia sekolah masih berpikir secara intuitif artinya mereka masih terbatas pada pandangan pribadi dan belum berpikir secara logis. Selain itu, di usia seperti ini, anak lebih membutuhkan hubungan sosial dengan teman-temannya untuk mengurangi rasa egosentris pada anak. Jika anak usia dini sudah menerima berbagai macam pendidikan tanpa hubungan sosial yang baik, maka ia akan cepat mencapai titik jenuh dalam belajar. Sehingga tidak jarang saat ini ditemukan anak-anak yang pada usia dini memiliki sifat yang sangat rajin namun ketika remaja sangat susah diminta untuk belajar. Lalu apakah anak usia dini tidak boleh diberikan pembelajaran? Tentu saja boleh tetapi harus sesuai dengan berbagai batasan. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara mengajarkan etika berperilaku di masyarakat, mengajarkan hal yang baik dan yang benar dengan memberikan reinforcement atau punishment, dan memeberikan keterampilan baru. Hal ini dilakukan untuk memacu pola berpikir dan kreatifitas anak. Oleh karena itu, pada masa ini pendampingan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Sumber: King, Laura A.Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif.Jakarta: Salemba Humanika http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7585658 http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/01/hakikat-perkembangan-anak-didik/ http://10062rmw.blogspot.com/2011/01/psikologi-pendidikan.html http://massugiyanto.blogspot.com/2011/05/fenomena-pendidikan-di-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar